Kabar Baik! Lubang Jalan di Batang Mulai Ditambal, Target Rampung Sebelum Arus Mudik
Jumadi 02 Februari 2026
Batang
Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
(DPUPR), "perang" melawan lubang jalan resmi dimulai. Langkah ini
menjadi respons cepat demi menjamin keselamatan pemudik di tengah kepungan
cuaca ekstrem dan beban kendaraan yang kian berat.
Kepala DPUPR Batang
Endro Suryono mengungkapkan, bahwa seluruh mesin kerja telah dipanaskan. Material
aspal kini telah mendarat di gudang, dan pasukan dari Unit Pelaksana Teknis
Daerah (UPTD) siap menyisir setiap sudut jalan kabupaten yang rusak.
“Ini sudah kami
persiapkan semua. Aspal alhamdulillah sudah datang dan UPTD akan mulai
melakukan penambalan, khususnya di jalan kabupaten. Sampai Lebaran ini sudah
mulai running,” katanya saat ditemui di Kantornya, Senin (2/2/2026).
Meski fokus utama
adalah jalan kabupaten, Pemkab Batang enggan berpangku tangan melihat kerusakan
di jalur provinsi maupun nasional yang kerap dikeluhkan warga. Koordinasi
intensif terus digeber agar pemerintah pusat dan provinsi segera turun tangan.
“Kami tidak diam. Untuk
jalan provinsi, minggu kemarin saja sudah kami surati dua kali. Jalan nasional
juga terus kami koordinasikan. Tapi untuk jalan kabupaten, kami sudah siap
gerak cepat,” jelasnya.
Endro tak menampik
bahwa tantangan di lapangan cukup berat. Hujan yang turun nyaris tanpa henti
serta banyaknya kendaraan overload (muatan berlebih) menjadi "musuh
utama" yang membuat aspal cepat mengelupas.
“Kalau ditanya jumlah
titik, itu banyak sekali. Tapi kami inventarisir mana yang paling parah untuk
ditangani lebih dulu. Kondisi sekarang hujan terus, kendaraan juga banyak yang
overload,” terangnya.
Target besar telah
dipasang: seluruh titik rawan harus sudah tertutup maksimal pada H-10 Lebaran.
Walau metode penambalan (patching) ini bersifat sementara, DPUPR menekankan
bahwa keselamatan nyawa pengendara adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Kita fokus keamanan
dulu. Kalau soal kenyamanan, patching memang belum maksimal, tapi yang penting
aman dulu bagi pengguna jalan,” tegasnya.
Disinggung soal dapur
pacu anggaran, Endro mengakui ruang geraknya cukup terbatas. Tahun ini, DPUPR
mengucurkan sekitar Rp1 miliar untuk pengadaan aspal. Selain itu, setiap
kecamatan dibekali dana taktis sebesar Rp100 juta sebagai "P3K" untuk
memelihara jalan di wilayah masing-masing.
“Setiap kecamatan ada
Rp 100 juta untuk pemeliharaan atau patching. Memang terbatas, tapi kita
maksimalkan agar sebelum Lebaran kondisi jalan lebih aman,” pungkasnya.
Melalui langkah estafet
ini, Pemkab Batang berharap perjalanan pulang kampung masyarakat pada Lebaran
2026 nanti tak hanya menjadi momen melepas rindu, tapi juga perjalanan yang
aman dan minim risiko. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)