SPPG Karangasem Selatan Terapkan Varian Menu Berkecukupan Gizi
Jumadi 28 Januari 2026
Batang
- Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program andalan Presiden Prabowo
Subianto tak hanya mengedepankan kuantitas, namun kualitas gizi juga jadi fokus
utama. Memperingati Hari Gizi Nasional, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Karangasem Selatan, berupaya memberikan pelayanan prima dengan selalu
memperhatikan Angka Kecukupan Gizi (AKG) di tiap menu MBG yang disajikan.
SPPG
yang telah beroperasi sejak September 2025 lalu itu, setiap harinya mampu
menyuplai menu MBG, yang tersebar mulai dari jenjang PAUD hingga pondok
pesantren di wilayah Karangasem Selatan.
Kepala
SPPG Karangasem Selatan Yafi mengatakan, menu MBG tidak hanya dinikmati para
pelajar saja, namun meluas hingga kalangan 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui dan
balita.
“Setiap
harinya ada 2.400 menu MBG yang didistribusikan ke 8 sekolah dan pondok
pesantren, dengan tetap dipantau oleh ahli gizi. Kami merancang menu selama
satu periode, yakni 6 hari sekali dengan varian kering dan basah sesuai aturan
Badan Gizi Nasional (BGN),” katanya, saat ditemui, di SPPG Karangasem Selatan,
Kabupaten Batang, Rabu (28/1/2026).
Untuk
menghindari kejenuhan, SPPG Karangasem Selatan mengkolaborasikan dengan menu
permintaan siswa, namun dengan tetap memperhatikan nilai AKG.
“Menyikapi
permintaan menu, kami tampung dari Instagram, lalu yang terbanyak baru kami
penuhi sesuai kemampuan dan standar kualitas dari BGN,” tegasnya.
Salah
satu penerima manfaat, Arika siswi SD Negeri Karangasem 4 mengungkapkan, selama
empat bulan menikmati MBG yang berganti-ganti, bahkan seringkali sesuai dengan
permintaannya. Ia senagaja menyampaikan kepada petugas MBG, agar menu yang
disajikan bervariasi.
“Pernah
pesan menu dimsum, dipenuhi sama petugas MBG-nya, rasanya enak dan sesuai
permintaan. Kalau bisa besok-besok menunya pesan wafel ya, karena saya suka
yang manis,” ungkapnya.
Sementara
itu, Pelaksa tugas (Plt) Kepala SD Negeri Karangasem 4 Siti Rikha berterima
kasih atas konsistensi program MBG yang menyasar anak didiknya. Variasi menu
yang disajikan sudah beragam, hanya saja, terkadang keinginan anak yang
bermacam-macam, sehingga pihak SPPG perlu memperhatikan kualitas rasanya.
“Keragaman
menu dan nilai gizinya sudah baik, hanya saja kualitas rasanya perlu
ditingkatkan lagi agar anak selalu menikmati menu yang disajikan,” tuturnya.
Ahli
Gizi dari RS QIM Batang Aisyah Sekar Dewi menerangkan, takaran menu untuk tiap
sajian MBG harus seimbang antara karbohidrat, protein, lemak dan sayuran. Yang
perlu diperhatikan adalah porsi untuk masing-masing jenjang pendidikan yang
berbeda.
“Jenjang
TK dan SD memerlukan 1.100 - 1.600 kalori, SMP dan SMA 1.900 - 2.100 kalori
setiap harinya. Demikian pula dengan ibu hamil dan menyusui membutuhkan 2.300 -
2.600 kalori setiap harinya,” ujar dia.
Menyikapi
permintaan menu dari pelajar yang cenderung kekinian, Aisyah tak
mempermasalahkan selama komposisi, proses pengolahan dan bahan tambahan makanan
yang digunakan.
“Contohnya
dimsum sepanjang bahan dasarnya ayam cincang tanpa pengawet, tidak mengapa,”
tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)