Harga Komoditas Mulai Merangkak, Skema Pasar Murah Disiapkan
Jumadi 03 Februari 2026
Batang
- Menjelang bulan suci Ramadan Pemkab Batang menyiapkan skenario antisipasi
terhadap kenaikan harga yang rawan terjadi. Sejumlah komoditas pokok menjadi
perhatian agar ketersediaan dan harga tetap terjaga dengan rencana digelarnya
pasar murah.
Kabag
Perekonomian Setda Batang Abu Hurairah saat ini terus menjalin komunikasi yang
intensif pada sejumlah dinas dan instansi terkait, sebelum menggelar pasar
murah.
“Diprakirakan
saat memasuki bulan Ramadan masih musim hujan dan rawan banjir, maka kami perlu
berkoordinasi dengan Bulog, Disperindagkop dan Dishub untuk memastikan
komoditas pokok terdistribusi dengan baik,” katanya, saat ditemui di ruang
kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Harga
komoditas pokok cenderung akan mengalami kenaikan saat Ramadan hingga mencapai
25 persen, yang didominasi cabai, beras dan telur.
Hal
tersebut dibenarkan Ela pedagang sayuran di Pasar Batang yang mengakui beberapa
pekan menjelang Ramadan, sejumlah komoditas pokok seperti cabai hingga bawang
merah mulai mengalami kenaikan harga.
“Cabai
rawit merah semula Rp60 ribu sekarang Rp80 ribu, cabai rawit dan cabai keriting
Rp50 ribu. Diperkirakan saat Ramadan hingga menjelang hari raya Idulfitri akan
mengalami puncak kenaikan harga cabai rawit merah sampai Rp100 ribu per kilogram,”
jelasnya.
Sedangkan
harga telur menurut Tyo yang tiap hari menjajakan dagangannya di kios Pasar
Batang saat ini masih berada di harga normal.
“Harganya
masih Rp28 ribu dan kemungkinan besar akan terus naik dengan kisaran Rp32 ribu
per kilogram,” ungkapnya.
Sementara
itu, salah satu konsumen, Waryumi mengharapkan harga komoditas pokok tidak
terus merangkak naik karena tentunya sebagai masyarakat menginginkan stok yang
terjamin saat bulan Ramadan.
“Pinginnya
harga diturunkan karena mau puasa makanannya ya terjamin nggak kekurangan sama
harganya murah,” ungkapnya.
Diakuinya,
saat hari biasa uang yang dibelanjakan mencapai hampir mendekati angka Rp100
ribu dan bukan tidak mungkin saat Ramadan nanti, justru mengalami peningkatan
konsumsi.
“Ya
namanya belanja kan tidak bisa dikurangi, malah bertambah apalagi mau puasa,” ujar
dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)