PDM Batang Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026
Jumadi 04 Februari 2026
Batang
- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Batang menetapkan awal bulan
Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan
ini mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menggunakan metode
hisab hakiki wujudul hilal.
Ketua PDM Batang H. M.
Harto Setiyono mengatakan, penetapan awal Ramadan merupakan rutinitas
organisasi setiap tahunnya dan langsung ditindaklanjuti di tingkat daerah
begitu jadwal resmi ditetapkan.
“Bagi Muhammadiyah,
menghadapi Ramadan itu sudah menjadi rutinitas. Program-programnya dari tahun
ke tahun sudah langsung masuk. Termasuk tahun ini, setelah jadwal ditetapkan
dari Pimpinan Pusat, langsung kita tindak lanjuti di daerah,” katanya saat
ditemui di Kantornya, Rabu (4/2/2026).
Agenda utama yang telah
disiapkan PDM selama Ramadan salah satunya adalah turba (turun ke bawah) ke
seluruh cabang Muhammadiyah di Kabupaten Batang. Kegiatan ini akan dilaksanakan
oleh tim Bimbingan Daerah sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
“Insyaallah seluruh
cabang akan didatangi oleh Bimbingan Daerah. Petugasnya sudah diatur oleh tim
sesuai perencanaan,” ungkapnya.
Terkait potensi
perbedaan penetapan awal Ramadan dengan pemerintah, Harto menegaskan bahwa
Muhammadiyah tetap menghormati keputusan negara. Namun secara organisasi,
pihaknya berpegang pada ketetapan internal.
“Kami sebagai warga
negara tetap menghormati pemerintah. Muhammadiyah itu tidak ekstrem dan tidak
eksklusif. Kalau ada undangan dari pemerintah, misalnya dalam rukyatul hilal,
kami tetap hadir,” terangnya.
Ia menambahkan, apabila
terjadi perbedaan penetapan dengan pemerintah, misalnya pemerintah menetapkan 1
Ramadan pada 19 Februari 2026 hal tersebut bukan menjadi persoalan.
“Perbedaan ini sudah
biasa dan kita saling menghormati. Yang penting tidak saling poyok-poyokan.
Sudah punya keyakinan masing-masing dan sejak dulu Muhammadiyah bersikap
seperti itu,” tegasnya.
PDM Batang juga
menyiapkan sejumlah kegiatan keagamaan lainnya, termasuk tarawih keliling di
seluruh kecamatan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di 15 titik,
masing-masing satu titik di setiap kecamatan.
“Harapannya, tiap
cabang bisa menghimpun anggotanya di satu lokasi, sehingga dari PDM bisa
langsung bertemu warga persyarikatan di tingkat kecamatan,” harapnya.
PDM Batang juga mulai
menggagas kegiatan pemberdayaan ekonomi. Salah satu wacana yang tengah
disiapkan adalah rencana produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) melalui Badan
Usaha Muhammadiyah (BDM). Program ini masih dalam tahap pembahasan, termasuk
pendampingan dari pihak BDM.
“Selain menetapkan awal
Ramadan, Muhammadiyah juga telah menetapkan jadwal hari besar Islam lainnya
pada 2026, yaitu 1 Syawal 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026, 1 Zulhijjah 1447 H
pada Senin, 18 Mei 2026, dan Idul Adha 1447 H (10 Zulhijjah) pada Rabu, 27 Mei
2026,” ujar dia.
Keputusan tersebut
dilakukan berdasarkan metode hisab hakiki yang telah menjadi pedoman resmi
Muhammadiyah dalam menentukan kalender Hijriah.
“Dengan berbagai
program yang telah disiapkan, PDM Batang berharap Ramadan kali ini dapat
menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat persatuan umat
di tengah perbedaan yang ada,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)