Ratusan Calon Jamaah Haji Batang Uji Ketahanan Fisik
Jumadi 31 Maret 2026
Batang
Ibadah haji bukan sekadar ritual spiritual, melainkan sebuah
"maraton" fisik yang menuntut ketahanan tubuh prima. Menyadari hal
tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mulai mengetatkan
pemantauan kesehatan bagi para tamu Allah.
Sebanyak 945 Calon
Jamaah Haji (CJH) menjalani tes kebugaran intensif selama dua hari, mulai Senin
hingga Selasa 31 Maret 2026, demi memastikan mereka siap menghadapi cuaca dan
medan di Tanah Suci.
Pelaksanaan tes yang
dipusatkan di Kabupaten Batang ini dibagi menjadi dua gelombang untuk menjaga
kenyamanan peserta. Pada hari pertama saja, sebanyak 448 jamaah sudah tampak
antusias memadati area pemeriksaan.
Mengukur
Napas, Menakar Kekuatan
Bukan sekadar jalan
santai, para jamaah harus melewati serangkaian prosedur medis sebelum diizinkan
menguji otot kaki mereka.
Kasi Penyehatan
Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkes Batang Adib Rachmawan
menegaskan, bahwa keamanan peserta adalah prioritas utama.
“Total jamaah ada 945
orang, kita bagi selama dua hari. Hari ini ada 448 peserta yang mengikuti tes
kebugaran. Tes ini sangat krusial untuk mengukur kemampuan kardiovaskular
jamaah,” katanya saat ditemui di Islamic Center Batang, Kabupaten Batang,
Selasa (31/3/2026).
Proses dimulai dari
meja registrasi, di mana petugas mengukur tinggi dan berat badan untuk
menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT). Setelah itu, tensi darah dan denyut nadi
diperiksa secara saksama oleh tim dokter.
Adib juga menjelaskan,
skrining ini adalah pintu masuk untuk menentukan metode tes yang tepat bagi
masing-masing individu.
“Dari hasil pemeriksaan
dokter, peserta akan ditentukan apakah layak mengikuti tes lari atau cukup
dengan jalan kaki. Ini penting untuk menghindari risiko kesehatan yang tidak
diinginkan,” terangnya.
Bagi jamaah yang
memiliki kondisi fisik mumpuni, mereka ditantang untuk menuntaskan lari sejauh
1,6 kilometer. Namun, bagi jamaah lansia di atas usia 60 tahun atau mereka yang
memiliki riwayat penyakit tertentu, panitia menerapkan metode jalan kaki selama
enam menit.
“Sebelum "bendera
start" dikibarkan, seluruh peserta diwajibkan melakukan pemanasan selama
15 menit. Hal ini dilakukan untuk melenturkan otot-otot tungkai agar tidak
terjadi cedera saat tes berlangsung,” ungkapnya.
Kartu
Menuju Bugar: Bekal Mandiri Jamaah
Indikator utama dari
tes ini adalah nilai VO2 max, yang menjadi cermin kebugaran jantung dan
paru-paru seseorang. Setelah mencapai garis finis, denyut nadi akhir jamaah
kembali diperiksa.
“Dari nilai VO2 max
tersebut, kita bisa mengetahui tingkat kebugaran jantung paru peserta
berdasarkan usia dan jenis kelamin mereka masing-masing,” ujar dia.
Menariknya, hasil tes
ini tidak hanya berhenti di atas kertas. Setiap peserta pulang membawa Kartu
Menuju Bugar. Kartu ini bukan sekadar dokumentasi, melainkan rapor kesehatan
yang berisi rekomendasi latihan fisik mandiri yang harus dilakukan jamaah di
rumah hingga hari keberangkatan tiba.
“Melalui langkah
preventif ini, Dinkes Batang berharap tidak ada jamaah yang tumbang karena
faktor kelelahan fisik. Dengan tubuh yang bugar, diharapkan seluruh rangkaian
ibadah haji dapat ditunaikan dengan sempurna, aman, dan kembali ke tanah air
dengan predikat haji mabrur,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)