Batang
- Upaya mempermudah akses transportasi bagi para pekerja di Kawasan Industri
Terpadu Batang (KITB) terus dimatangkan. Bupati Batang M Faiz Kurniawan, kini
mulai "kejar tayang" dalam melobi skema Public Service Obligation
(PSO) dengan Menteri Perhubungan untuk membangun sistem transportasi kereta api
layaknya KRL (Kereta Rel Listrik) atau Commuter Line di Jakarta.
Langkah ambisius ini
dirancang untuk menghubungkan titik strategis dari Stasiun Batang langsung
menuju Stasiun Pelabuhan yang berada di dalam KITB. Tujuannya jelas: efisiensi
waktu dan biaya bagi tenaga kerja lokal.
Faiz menekankan, bahwa
kehadiran moda transportasi ini akan menjadi angin segar bagi warga sekitar,
terutama mereka yang tinggal di wilayah Bandar dan sekitarnya.
“Rencananya, biaya
perjalanan akan ditekan di kisaran Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Kami ingin orang
Batang atau warga Bandar yang bekerja di KITB tidak perlu lagi lelah membawa
motor sendiri ke lokasi kerja,” katanya saat Musrenbang di Aula Kantor Bupati
Batang, Kabupaten Batang, Selasa (31/3/2026).
Cukup sampai di stasiun
terdekat, para pekerja bisa langsung melanjutkan perjalanan menggunakan kereta
api dengan nyaman dan aman.
Faiz juga menyebutkan,
selain urusan mobilitas siang hari, Pemkab Batang juga menaruh perhatian pada
kenyamanan pekerja di malam hari. Penataan infrastruktur pendukung kini sedang
dikebut agar sinkron dengan jadwal kerja di kawasan industri.
“Kami sudah berupaya
mengoptimalkan penerangan jalan dan fasilitas lainnya. Tujuannya untuk
memastikan semua tenang saat beristirahat di malam hari. Ini adalah bagian dari
upaya kami menyediakan fasilitas terbaik bagi tenaga kerja agar mereka
mendapatkan layanan yang layak saat berangkat maupun pulang kerja,” ujar dia.