IPNU-IPPNU Hadirkan Tradisi Baru, Bazar Ramadan Dongkrak Ekonomi Desa
Jumadi 23 Februari 2026
Batang
- Bulan suci Ramadan bukan sekadar momentum untuk meningkatkan spiritualitas,
tetapi juga menjadi panggung nyata bagi kemandirian ekonomi warga. Semangat
inilah yang dibawa oleh Pengurus Ranting (PR) IPNU IPPNU Desa Ujungnegoro,
Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.
Melalui inisiatif
segar, mereka sukses menyulap sepanjang jalan desa menjadi pusat perputaran
ekonomi yang meriah.
Langkah ini bukan
sekadar agenda musiman. Bertajuk Pasar Ramadan 2026, kegiatan yang baru pertama
kali diselenggarakan oleh kader muda NU ini mendapat dukungan penuh dari
Pemerintah Desa Ujungnegoro, Karang Taruna, hingga PT Bhimasena Power Indonesia
(BPI).
Sejak 19 Februari 2026
lalu, kawasan di depan SD Negeri Ujungnegoro, tepatnya di sepanjang Jl. Budi
Arifin, mendadak riuh setiap sore. Mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang
berbuka, deretan lapak UMKM lokal menyajikan aneka kudapan yang menggugah
selera.
Ketua IPNU Ujungnegoro
Abdi Setyo F mengungkapkan, bahwa pihaknya ingin memberikan ruang
seluas-luasnya bagi pedagang. Ketegasan waktu operasional dibuat sangat
fleksibel demi kenyamanan para pelaku usaha.
“Bazar Ramadan adalah
pasar di bulan Ramadan yang dimulai dari 15.30 WIB hingga selesai. Jadi sebagai
panitia, kita tidak mau memberhentikan batas waktu dagang mereka. Khawatir jika
ada pedagang yang belum habis dagangannya dan kita cut, akan terkesan tidak
etis,” katanya, saat ditemui di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten
Batang Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan bahwa
kegiatan ini bermula dari restu dan arahan Kepala Desa Ujungnegoro, Absah
Erviana saat jajaran pengurus melakukan silaturahmi. Tujuannya jelas:
mendongkrak UMKM sekaligus memudahkan warga mencari takjil.
Konsep
"lokalitas" menjadi ruh utama dalam bazar ini. Segala jenis lauk-pauk
hingga minuman segar yang dijajakan merupakan hasil produksi tangan-tangan
kreatif warga Ujungnegoro sendiri.
Ketua Pelaksana Imam
Wicaksono menegaskan, bahwa fokus utama mereka adalah menciptakan ekosistem
ekonomi yang sehat di tingkat desa.
“Bazar ini hanya ada di
bulan puasa dan melibatkan warga lokal sebagai pedagangnya. Tujuannya yaitu
mendongkrak perputaran ekonomi desa lewat UMKM yang ada di desa Ujungnegoro
agar lebih baik dan menciptakan suasana Ramadan yang semarak,” tuturnya.
Antusiasme masyarakat
yang tinggi menjadi bukti bahwa kolaborasi pemuda dan pemerintah desa mampu
membawa dampak positif. Pasar Ramadan ini rencananya akan terus berlangsung
hingga 18 Maret 2026 mendatang.
Ke depan, para pengurus
berharap program ini tidak berhenti di tahun ini saja. Sinergi antara
IPNU-IPPNU, pemuda, pemerintah desa, dan elemen masyarakat lainnya diharapkan
menjadi tradisi tahunan demi mewujudkan cita-cita besar: Ujungnegoro Hebat. (MC
Batang, Jateng/Edo/Siska)