Batang
- Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menekankan pentingnya kemandirian fiskal
daerah di tengah ketidakpastian transfer keuangan dari pemerintah pusat. Hal
tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan
(Rakor POK) I Terpadu APBD 2026 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa
(3/2/2026).
Faiz menyebut,
Kabupaten Batang memiliki peluang besar untuk menjadi daerah yang mandiri
secara fiskal dibanding sejumlah daerah lain.
“Yang paling
fundamental, di tengah ketidakpastian transfer keuangan daerah dari pusat, mau
tidak mau Batang harus menjadi daerah yang mandiri secara fiskal. Kelebihan
kita, Batang punya momentum itu. Probabilitas untuk menjadi mandiri ada,
tinggal bagaimana mewujudkannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, peluang
tersebut harus diiringi dengan perencanaan dan penganggaran yang semakin tertib
dan terukur. Dalam forum tersebut, Faiz juga menyinggung masih adanya
ketidaksinkronan data antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran di sejumlah Organisasi
Perangkat Daerah (OPD).
Menurut dia, proses
perencanaan mulai dari tahap perumusan program di Bapperida, penyusunan
KUA-PPAS, hingga penganggaran dan pelaksanaan harus berjalan dalam satu alur
yang selaras.
“Memang masih ada
beberapa kegiatan yang muncul di luar perencanaan. Ke depan, hal seperti itu
kami harapkan tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Ia menilai sinkronisasi
lintas OPD menjadi kunci agar pelaksanaan program lebih efektif dan tidak
menimbulkan persoalan di tengah tahun anggaran berjalan. Selain isu fiskal dan
perencanaan, Faiz juga menyoroti perkembangan digitalisasi layanan pemerintahan
dan komunikasi publik.
Faiz mengaku telah
mendorong OPD lebih aktif memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi
kebijakan maupun kegiatan kepada masyarakat. Saya sudah minta sejak sekitar
enam bulan lalu agar OPD aktif berkomunikasi terkait kegiatan dan kebijakan.
“Progresnya ada,
meskipun masih lambat. Di sisi internal pemerintahan, sistem digitalisasi sudah
menunjukkan kemajuan. Beberapa layanan seperti sistem pengaduan Lapor Mas Bup,
digitalisasi pengukuran kinerja, hingga mekanisme penganggaran sudah berjalan
lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” terangnya.
Alhamdulillah selama
setahun ini banyak perbaikan. Dari sisi digitalisasi internal kita sudah cukup
advance. Terkait penanganan aduan masyarakat melalui media sosial, Faiz
memastikan sudah ada sistem pemantauan berbasis waktu (timeline) untuk
menindaklanjuti setiap laporan.
“Kita punya timeline.
Ketika ada laporan, langsung terlihat kapan dijawab, kapan diperbaiki. Kalau
belum diperbaiki, kendalanya apa dan butuh waktu berapa lama. Sekarang sudah
insyaallah tersistem dengan baik,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)